Fakta menarik tentang perangkat wearable: apa yang diketahui jam tangan pintar dan sensor tentang kita?

Jam tangan pintar, pelacak kebugaran, cincin pintar, sensor tubuh, dan perangkat wearable lainnya telah menjadi bagian dari rutinitas harian banyak orang. Perangkat ini menghitung langkah, memantau detak jantung, melacak latihan, memantau tidur, memperkirakan kalori, menampilkan notifikasi, dan bahkan membantu melacak perubahan pada tubuh.

Perangkat ini disebut wearable, sebuah istilah dalam bahasa Inggris yang digunakan untuk teknologi yang dapat dikenakan atau digunakan langsung di tubuh. Perbedaan besar dibandingkan dengan perangkat lain adalah bahwa perangkat ini selalu bersentuhan dengan pengguna, mengumpulkan data sepanjang hari dan malam.

Iklan

Hal ini membawa manfaat, tetapi juga menimbulkan pertanyaan penting: apa yang diketahui perangkat-perangkat ini tentang kita?

Iklan

Mereka tahu seberapa banyak kamu bergerak.

Salah satu fungsi perangkat wearable yang paling terkenal adalah pelacakan gerakan. Jam tangan dan gelang menggunakan sensor seperti akselerometer dan giroskop untuk mendeteksi langkah, gerakan, kecepatan berjalan, berlari, menaiki tangga, dan waktu aktivitas.

Dengan data ini, perangkat tersebut memperkirakan apakah Anda menghabiskan hari lebih aktif atau lebih banyak duduk. Perangkat ini dapat menunjukkan berapa banyak langkah yang Anda ambil, berapa menit Anda berolahraga, dan bahkan menyarankan Anda untuk bangun setelah lama tidak aktif.

Informasi ini mungkin tampak sederhana, tetapi mengungkapkan banyak hal tentang rutinitas Anda. Perangkat yang dapat dikenakan dapat melacak waktu-waktu ketika Anda biasanya bergerak, hari-hari ketika Anda kurang berolahraga, dan pola aktivitas Anda sepanjang minggu.

Mereka mengikuti kata hatimu.

Banyak jam tangan pintar memantau detak jantung menggunakan sensor optik di bagian belakang perangkat. Sensor ini memancarkan cahaya ke kulit dan menganalisis perubahan aliran darah untuk memperkirakan detak jantung.

Dengan alat ini, mereka dapat merekam detak jantung saat istirahat, selama berolahraga, dan selama momen-momen stres fisik. Beberapa model juga menawarkan fitur-fitur seperti elektrokardiogram, peringatan detak jantung tinggi atau rendah, dan perkiraan pemulihan setelah berolahraga.

Data ini dapat membantu pengguna lebih memahami tubuh mereka, tetapi tidak menggantikan evaluasi medis. Jam tangan dapat menunjukkan tanda-tanda atau tren, tetapi diagnosis harus dilakukan oleh profesional perawatan kesehatan.

Mereka mengawasinya saat tidur.

Salah satu bidang yang paling populer untuk perangkat wearable adalah pemantauan tidur. Dengan menggabungkan gerakan, detak jantung, dan sinyal lainnya, perangkat ini memperkirakan berapa lama seseorang tidur, berapa kali mereka terbangun, dan seperti apa tahapan tidurnya.

Beberapa model juga menganalisis laju pernapasan, oksigenasi darah, suhu kulit, dan keteraturan jadwal tidur. Data ini membantu mengidentifikasi pola: tidur larut malam, sering terbangun, kurang istirahat, atau memiliki rutinitas yang tidak teratur.

Namun, pengukuran ini hanyalah perkiraan. Pengukuran ini dapat berguna untuk memahami kebiasaan, tetapi kurang presisi dibandingkan studi tidur medis yang dilakukan di laboratorium.

Mereka mungkin mengetahui lokasi Anda.

Banyak perangkat wearable memiliki GPS sendiri atau menggunakan GPS dari ponsel Anda. Hal ini memungkinkan Anda untuk merekam rute untuk berjalan kaki, berlari, bersepeda, dan olahraga luar ruangan lainnya.

Lokasi berguna untuk peta, kecepatan, jarak, dan keamanan. Namun, data ini juga sensitif. Rute yang sering dilalui dapat mengungkapkan di mana Anda tinggal, bekerja, berlatih, atau menghabiskan waktu setiap hari.

Oleh karena itu, ada baiknya meninjau pengaturan privasi dan menghindari berbagi peta rute olahraga secara publik tanpa hati-hati. Dalam beberapa kasus, mempublikasikan rute dapat mengungkap alamat dan kebiasaan seseorang.

Mereka mencatat tanda-tanda stres dan pemulihan.

Beberapa perangkat wearable mencoba memperkirakan stres, pemulihan fisik, dan suasana hati berdasarkan data seperti detak jantung, variabilitas detak jantung, tidur, aktivitas, dan suhu kulit.

Variabilitas detak jantung, misalnya, dapat menunjukkan bagaimana tubuh menangani aktivitas fisik dan pemulihan. Jika dikombinasikan dengan data lain, hal ini dapat menunjukkan apakah seseorang lebih beristirahat atau justru kelelahan.

Informasi ini menarik, tetapi harus ditafsirkan dengan hati-hati. Tubuh manusia itu kompleks, dan angka pada aplikasi tidak menjelaskan semuanya. Stres emosional, pola makan, kurang tidur, penyakit, latihan intensif, dan bahkan konsumsi kafein dapat memengaruhi hasilnya.

Mereka mengetahui kebiasaan yang mungkin bahkan tidak Anda sadari.

Keunggulan utama perangkat wearable terletak pada pengumpulan data yang berkelanjutan. Tidak seperti catatan tulisan tangan, perangkat ini menemani pengguna selama berjam-jam.

Seiring waktu, otak mulai mengidentifikasi pola. Ia mungkin memperhatikan bahwa Anda tidur lebih sedikit selama hari kerja, lebih banyak bergerak pada hari Sabtu, lebih banyak duduk pada hari kerja, atau memiliki detak jantung yang lebih tinggi pada waktu-waktu tertentu.

Pola-pola ini dapat bermanfaat untuk memperbaiki kebiasaan. Pada saat yang sama, pola-pola ini menunjukkan bagaimana data yang tampaknya kecil dapat mengungkapkan banyak hal tentang kehidupan seseorang.

Data tersebut dapat diintegrasikan ke dalam aplikasi kesehatan.

Jam tangan dan sensor umumnya tidak bekerja secara terpisah. Mereka mengirimkan informasi ke aplikasi di ponsel Anda, di mana data tersebut diatur ke dalam grafik, riwayat, dan laporan.

Dalam ekosistem Apple, aplikasi Kesehatan dapat mengumpulkan data dari iPhone, Apple Watch, perangkat lain, catatan kesehatan, dan aplikasi yang digunakan pengguna. Perusahaan menyatakan bahwa pengguna mengontrol data apa yang disimpan dan dibagikan, dan bahwa data kesehatan dienkripsi pada perangkat dan, dalam kondisi tertentu, juga dengan enkripsi ujung-ke-ujung di iCloud.

Dalam kasus Google dan Fitbit, perusahaan menyatakan bahwa layanan kesehatannya mematuhi kebijakan privasi Google dan memungkinkan pengguna untuk mengelola, mengekspor, dan menghapus informasi mereka. Google juga menegaskan bahwa data kesehatan Fitbit tidak digunakan untuk iklan Google.

Privasi adalah isu sentral.

Data kesehatan dan perilaku sangat sensitif. Data tersebut dapat mengungkapkan rutinitas, tingkat kebugaran, pola tidur, lokasi, pola bersepeda, detak jantung, olahraga, dan bahkan perubahan kebiasaan.

Oleh karena itu, penting untuk membaca izin, meninjau pengaturan, dan memahami aplikasi mana yang membagikan data Anda. Aplikasi lari, diet, atau produktivitas mungkin meminta akses ke informasi jam tangan Anda. Dalam beberapa kasus, akses ini masuk akal. Dalam kasus lain, mungkin berlebihan.

Penelitian terbaru tentang privasi dalam teknologi wearable menganalisis secara tepat bagaimana produsen menangani kebijakan data, transparansi, dan perlindungan informasi pengguna. Hal ini menunjukkan bahwa kekhawatiran tersebut bukanlah berlebihan, melainkan bagian penting dari penggunaan perangkat ini secara bertanggung jawab.

Mereka membantu, tetapi tidak sempurna.

Perangkat wearable dapat mendorong kebiasaan sehat, menunjukkan kemajuan, dan mengingatkan pengguna untuk bergerak. Namun, perangkat ini juga bisa salah. Jumlah langkah, tahapan tidur, kalori yang terbakar, dan pengukuran stres hanyalah perkiraan, bukan kebenaran mutlak.

Selain itu, pelacakan data yang terlalu banyak dapat menimbulkan kecemasan pada sebagian orang. Seseorang mungkin bangun tidur dengan perasaan baik-baik saja, tetapi menjadi khawatir karena aplikasi tersebut menilai kualitas tidurnya buruk. Atau mereka mungkin merasa tertekan untuk memenuhi target setiap hari.

Idealnya, data harus digunakan sebagai panduan, bukan sebagai penilaian. Teknologi seharusnya membantu kita memahami tubuh kita, bukan menciptakan tekanan terus-menerus.

Cara menggunakan perangkat wearable secara lebih sadar.

Untuk memanfaatkan perangkat ini secara maksimal, mulailah dengan menyesuaikan izin. Lihat aplikasi mana yang memiliki akses ke data kesehatan, lokasi, mikrofon, notifikasi, dan kontak.

Selain itu, atur juga fitur berbagi aktivitas. Jika Anda menggunakan aplikasi olahraga sosial, hindari memposting rute lengkap yang menunjukkan rumah atau lokasi yang sering Anda kunjungi.

Selalu perbarui sistem Anda, gunakan kata sandi atau otentikasi biometrik pada ponsel Anda, dan pilih aplikasi yang andal. Jika Anda menjual atau menyumbangkan perangkat wearable, hapus data dan hapus tautan dari akun Anda.

Terakhir, tafsirkan angka-angka tersebut dengan pendekatan yang seimbang. Jika Anda melihat tanda-tanda perubahan kesehatan yang terus-menerus, carilah nasihat profesional.

Kesimpulan

Jam tangan pintar dan sensor mengetahui banyak hal tentang rutinitas kita. Mereka merekam pergerakan, tidur, detak jantung, lokasi, olahraga, pola istirahat, dan kebiasaan yang seringkali tidak disadari.

Informasi ini dapat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas hidup, menetapkan tujuan, dan lebih memahami tubuh. Namun, hal ini juga memerlukan pertimbangan yang cermat terkait privasi, keamanan, dan interpretasi data yang benar.

Perangkat wearable adalah alat yang ampuh, tetapi harus digunakan secara sadar. Yang terpenting, ingatlah bahwa data tersebut milik pengguna dan harus digunakan untuk kesejahteraan mereka, bukan untuk menimbulkan ketergantungan, paparan yang tidak perlu, atau kecemasan.

Lilian
Lilianhttps://silvadaily.com//
Saya seorang mahasiswa pemasaran digital. Saya menggunakan SilvaDaily sebagai hobi dan bentuk ekspresi. Saya menulis setiap hari dan senang berbagi serta menerbitkan ide-ide terbaik saya.
ARTIKEL TERKAIT

TERKAIT