Tips untuk menciptakan kebiasaan yang lebih baik dengan perubahan kecil setiap hari.

Menciptakan kebiasaan yang lebih baik tidak harus menjadi proses yang sulit dan radikal yang penuh dengan aturan yang mustahil. Banyak orang ingin memperbaiki rutinitas mereka, lebih memperhatikan kesehatan mereka, mengatur rumah mereka, belajar, menabung, atau menjadi lebih produktif, tetapi akhirnya menyerah karena mereka mencoba mengubah semuanya sekaligus. Antusiasme awal berlangsung beberapa hari, tetapi segera rutinitas yang sebenarnya terbentuk dan rencana-rencana tersebut ditinggalkan.

Kenyataannya, kebiasaan yang bertahan lama sering kali muncul dari perubahan kecil yang diulang setiap hari. Alih-alih hanya mengandalkan motivasi, kuncinya adalah membuat tindakan lebih sederhana, lebih mudah dicapai, dan lebih mudah diintegrasikan ke dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan kecil, jika dipertahankan selama berminggu-minggu dan berbulan-bulan, dapat menghasilkan hasil yang jauh lebih besar daripada perubahan besar yang dilakukan dalam jangka waktu singkat.

Iklan

Mulailah dari yang kecil

Kesalahan paling umum saat mencoba membentuk kebiasaan adalah memulai terlalu besar. Seseorang yang tidak berolahraga memutuskan untuk berolahraga selama satu jam sehari. Seseorang yang sudah berbulan-bulan tidak membaca berjanji untuk membaca satu buku seminggu. Seseorang yang tidak terorganisir mencoba mengubah seluruh rumahnya dalam satu akhir pekan.

Iklan

Tujuan-tujuan ini mungkin tampak menginspirasi, tetapi seringkali sulit untuk dipertahankan. Jadi, mulailah dari hal kecil. Jika Anda ingin berjalan kaki, mulailah dengan sepuluh menit. Jika Anda ingin membaca, bacalah dua halaman. Jika Anda ingin merapikan rumah, rapikan satu laci. Jika Anda ingin minum lebih banyak air, mulailah dengan segelas saat bangun tidur.

Ketika kebiasaan itu masih kecil, hambatan akan berkurang. Memulainya menjadi lebih mudah, dan memulai adalah bagian terpenting.

Pilihlah satu kebiasaan dalam satu waktu.

Mencoba mengubah semuanya sekaligus dapat menyebabkan kecemasan dan frustrasi. Tidur, diet, olahraga, studi, keuangan, organisasi, dan produktivitas adalah area penting, tetapi tidak perlu ditangani semuanya sekaligus.

Pilih satu kebiasaan utama untuk dikerjakan terlebih dahulu. Bisa berupa hal sederhana, seperti tidur lebih awal, berjalan kaki tiga kali seminggu, atau mencatat pengeluaran harian Anda. Setelah perilaku tersebut menjadi lebih alami, tambahkan kebiasaan lain.

Membentuk kebiasaan itu seperti membangun rumah. Jika fondasinya lemah, semuanya akan menjadi tidak stabil. Itulah mengapa lebih baik mengkonsolidasikan satu perubahan kecil daripada memulai beberapa perubahan dan kemudian meninggalkannya semua.

Kaitkan kebiasaan baru tersebut dengan sesuatu yang sudah Anda lakukan.

Salah satu cara efektif untuk menciptakan kebiasaan adalah dengan menghubungkan tindakan baru tersebut dengan perilaku yang sudah ada dalam rutinitas Anda. Hal ini akan mempermudah mengingatnya dan mengurangi kebutuhan akan usaha mental.

Contohnya: setelah menyikat gigi, minumlah segelas air. Setelah makan siang, berjalan-jalanlah selama beberapa menit. Setelah menyalakan komputer, tinjau daftar tugas Anda. Sebelum tidur, siapkan pakaian Anda untuk hari berikutnya.

Hubungan ini berhasil karena menggunakan kebiasaan lama sebagai pemicu kebiasaan baru. Seiring waktu, satu tindakan secara alami akan mengarah ke tindakan lainnya.

Permudah lingkungan.

Lingkungan sangat memengaruhi kebiasaan. Jika ponsel Anda berada di samping tempat tidur, Anda akan lebih mudah menggunakannya hingga larut malam. Jika buah disembunyikan di lemari es, Anda lebih cenderung melupakannya. Jika sepatu jalan Anda berada di bagian belakang lemari, kemungkinan menunda olahraga meningkat.

Untuk menciptakan kebiasaan yang lebih baik, buat lingkungan Anda bekerja untuk Anda. Letakkan botol air di meja Anda. Pisahkan pakaian olahraga. Simpan buku di tempat yang mudah terlihat. Atur ruang kerja Anda sebelum memulai hari. Sediakan makanan sehat agar lebih mudah diakses.

Semakin sedikit usaha yang dibutuhkan untuk memulai suatu kebiasaan, semakin besar peluang untuk mengulanginya.

Kurangi hambatan

Selain mempermudah apa yang ingin Anda lakukan, penting juga untuk mempersulit apa yang menghambat Anda. Jika Anda menghabiskan terlalu banyak waktu di media sosial, hapus aplikasi tersebut dari layar beranda Anda. Jika Anda melakukan pembelian impulsif, hapus kartu yang tersimpan dari toko online. Jika Anda begadang menonton video, isi daya ponsel Anda jauh dari tempat tidur.

Hambatan-hambatan kecil ini membantu mematahkan perilaku otomatis. Seringkali, bukan kurangnya disiplin yang menjadi masalah; melainkan kecenderungan yang berlebihan untuk mengulangi kebiasaan buruk.

Menciptakan hambatan sederhana saja sudah cukup untuk membuat Anda berpikir sebelum bertindak.

Tetapkan tujuan yang jelas.

Tujuan yang samar menghambat perubahan. Mengatakan "Saya ingin lebih sehat" atau "Saya ingin lebih terorganisir" adalah hal yang positif, tetapi tidak terlalu praktis. Idealnya, Anda harus mengubah keinginan Anda menjadi tindakan nyata.

Alih-alih mengatakan "Saya ingin makan lebih sehat," katakan "Saya akan menambahkan sepotong buah dalam sarapan saya." Alih-alih mengatakan "Saya ingin menabung," katakan "Saya akan mencatat pengeluaran saya setiap hari." Alih-alih mengatakan "Saya ingin belajar lebih banyak," pilihlah "Saya akan belajar selama 30 menit setelah makan malam.".

Semakin jelas tindakan yang dimaksud, semakin mudah untuk melaksanakannya.

Jangan hanya mengandalkan motivasi.

Motivasi memang membantu, tetapi tidak muncul setiap hari. Akan ada saat-saat lelah, malas, khawatir, dan kekurangan waktu. Jika kebiasaan tersebut hanya bergantung pada kemauan keras, kemungkinan besar akan terganggu.

Oleh karena itu, buatlah rutinitas sederhana. Tetapkan jadwal, pengingat, lingkungan yang disiapkan, dan tujuan kecil. Ketika kebiasaan tersebut terintegrasi dengan baik ke dalam rutinitas Anda, Anda tidak perlu memutuskan semuanya lagi setiap hari.

Konsistensi lebih banyak berasal dari pengulangan daripada dari kegembiraan.

Pantau kemajuan Anda

Melacak kemajuan Anda membantu menjaga kebiasaan tetap hidup. Anda dapat menggunakan kalender, aplikasi, buku catatan, atau spreadsheet sederhana. Tandai hari-hari Anda menyelesaikan tindakan yang direncanakan.

Melihat rangkaian hari yang telah berlalu menciptakan rasa kemajuan. Hal ini juga membantu mengidentifikasi pola. Mungkin Anda akan menyadari bahwa Anda dapat berjalan lebih baik di pagi hari, belajar lebih baik di malam hari, atau merapikan rumah dengan lebih mudah pada hari Sabtu.

Tindak lanjut seharusnya bukan menjadi sumber saling menyalahkan, melainkan pembelajaran. Jika sesuatu tidak berhasil, sesuaikanlah.

Terimalah kegagalan tanpa menyerah.

Tidak ada kebiasaan yang akan sempurna setiap hari. Anda mungkin lupa, lelah, bepergian, mengalami kejadian tak terduga, atau sekadar tidak dapat mengikuti rencana. Itu adalah bagian dari prosesnya.

Masalahnya bukan gagal sekali. Masalahnya adalah mengubah kegagalan kecil menjadi pengabaian total. Jika Anda tidak bisa melakukannya hari ini, coba lagi besok. Jika Anda melakukan kurang dari yang direncanakan, itu tetap dihitung sebagai kemajuan.

Keterampilan terpenting bukanlah tidak pernah gagal, tetapi pulih dengan cepat.

Rayakan kemenangan kecil.

Pencapaian kecil pun layak mendapat pengakuan. Menyelesaikan jalan kaki, menabung, merapikan kamar, tidur lebih nyenyak, atau belajar selama beberapa menit sudah merupakan tanda kemajuan.

Merayakan tidak harus selalu melibatkan belanja atau hadiah besar. Bisa juga hanya dengan mengakui kemajuan yang telah dicapai, beristirahat sejenak, atau menandai pencapaian tersebut di kalender.

Ketika otak menyadari bahwa suatu kebiasaan membawa perasaan positif, maka akan lebih mudah untuk mengulanginya.

Kesimpulan

Membangun kebiasaan yang lebih baik dengan perubahan kecil sehari-hari adalah cara realistis untuk mengubah rutinitas Anda. Alih-alih membuat janji besar yang sulit ditepati, mulailah dengan tindakan sederhana, jelas, dan dapat dicapai.

Pilihlah satu kebiasaan dalam satu waktu, buat lingkungan lebih mudah, kurangi hambatan, kaitkan tindakan baru dengan perilaku yang sudah ada, dan lacak kemajuan Anda. Dengan kesabaran dan konsistensi, tindakan kecil akan terakumulasi dan menghasilkan hasil yang signifikan.

Perubahan tidak harus terjadi dengan cepat agar terasa tulus. Yang terpenting adalah menciptakan kebiasaan yang sesuai dengan kehidupan Anda dan dapat dipertahankan dari waktu ke waktu.

Lilian
Lilianhttps://silvadaily.com//
Saya seorang mahasiswa pemasaran digital. Saya menggunakan SilvaDaily sebagai hobi dan bentuk ekspresi. Saya menulis setiap hari dan senang berbagi serta menerbitkan ide-ide terbaik saya.
ARTIKEL TERKAIT

TERKAIT